Postingan

000. SETIAP KEHIDUPAN ADALAH ISTIMEWA.:

Asalamualaikum warachmatullahi wabarakatuh. Setiap manusia dilahirkan dari keturunan Adam dan Hawa, jasadnya dari sari pati tanah dan Allah meniupkan kepadanya dari kelompok ruh yg sama dan sebaya. Bersamaan dg penciptaan langit dan bumi beserta segala isinya, dituliskan pula jalan hidupnya, para raja, senapati, para punggawa, rakyat jelata dan putra mahkotanya. Rencana kehidupan seorang raja dan rakyat jelata, sama2 dituliskan Allah dg cermat dan teliti, sehingga tdk ada kesamaan jalan kehidupan seorang tentara yg tinggal didalam barak yg sama. Dg keyakinan seperti inilah ake menuliskan catatan kehidupan ini, bahwa setiap manusia mempunyai jalan kehidupan yg berbeda, sikap dan pemikiran yg berbeda, sehingga selalu ada peluang utk menimba pengalaman dari kehidupan apapun. Jika ada kebaikan didalamnya adalah rachmat dari Allah, segala kasalahan adalah dari ake, mohon dimaafkan. Wasalamualaikum warachmattullahi wabarakatuh.

0043. EMA ASIH ALM : EMA ORANG BERADA :

Sepanjang hidupnya ema bukanlah orang kaya, banyak tinggal didaerah dan lingkungan orang susah, hidupnya sendiri sering susah maksudnya kadang ditinggal bapak, sendirian mengurus anak2, tetapi ema Asih alm tdk pernah menjadi orang miskin, dirumah selalu saja ada makannan atau barang atau apapun yg bisa dibagi kpd tetangga. Ketika tinggal di perkebunan teh Cigombong Bandung Selatan, ake pernah kesana awal th 1960-an waktu kelas 4 sekolah rakyat, bpk nanya, sdh berapa hari disini, ake bilang 5 hari, sdh berapa kali ketemu nasi, 3 kali juga bubur encer. Memang kehidupan di perkebunan teh swasta nasional waktu itu jauh lebih susah dibanding di perkebunan karet swasta asing. Disini perumahannya masih panggung berdinding bilik bambu, padahal di sana ake sudah tinggal di perumahan gedung permanent, bukan itu saja disini pembagian beras kalau ada paling buruh kebagian 1-2 leter, sehingga semua orang kerja makannya bubur encer. Entah bagaimana waktu itu bpk kebagian beras 1 karung, seperti ...

0042. EMA ASIH ALM : TANAMAN SELEDRI EMA :

Dirumah didepan pintu dapur diatas lisplank selalu ada rumpun seledri dlm pot gantung, tumbuh subur peliharaan ema, dari situ para tetangga meminta daunnya kala mau membuat sayur soup. Selalu jadi percobaan ake kecil, jika tanaman seledri sedang subur2-nya, pangkal pelepah daunnya kadang sebesar telunjuk, ake melakukan percobaan, daun seledri dipetik ujungnya kemudian me-nari2 sambil membelakangi pot seledrinya. selang beberapa hari daun seledri  merengkel menirukan gerakan tarian ake.  Ema biasanya marah2 didepan orang, tetapi dari nadanya ada sedikit kebanggaan atas kenakalan anaknya ini. Bahkan setelah ake bekerja dan punya mamah bapak kalian, ake masih mempraktekan experiment ini. Ketika ema tinggal di Kaso Malang Ciater, ya didepan pintu dapur itu banyak pot seledri diatas pagar tumbuh subur, sisa dibawa ibu Samalo ke Bandung. Diam2 daun seledri ake petik ujungnya kemudian me-nari2, tdk ketahuan dari mana datangnya tahu2 ema membentak sambil tertawa dari belakang. ...

0041. EMA ASIH ALM : KEBUN EMA :

Setelah cuti melahirkan ibu mengundang adiknya bi Kartem dari kampung, "dijemput dg kendaraan jeep perkebunan ke desa Sukasari, duduk didepan" kata bi Kartem, waktu bertemu ake dirumah cucu angkatnya di Cimahi, maksudnya utk mengurus ake bayi dan ema bisa bekerja kembali. Kenyataan ema yg berhenti bekerja dan bi Kartem bekerja menggantikan ema, "adinya mah lebih cantik dari kakaknya", kata pekerja lelaki, masih kata bi Kartem. Pengorbanan seorang ibu demi anaknya, mungkin lebih dari itu. Tdk tahu kapan diboyongnya sejak ake punya ingatan ka Juhandi dan teh Mamah sdh ada dirumah, demikian juga teh Wasmi ada dirumah sebelah dg nenek Suyi, jadi dua keluarga sdh benar2 berkumpul lengkap. Walau kehidupan tdk mudah tapi ema tdk pernah mengeluh, musim banyak keramaian, ema berjualan mie goreng, kadang membuat bolu kijing juga utk dijual, berkebun dibelakang gedung pangbayaran tanamannya tumbuh subur. Karena pasar cuma ada 2 minggu sekali tanggal hari bayaran pekerj...

NAGARA TENGAH 2 : 0032. GUNUNG LAYANG :

Mereka terbangun saat kendaraan dihentikan di "mumunggang"  tanjakan Saninten, bagian puncak gunung Layang yg masih bersisa sebelah. Hari menjelang ashar matahari sdh condong kebarat, tapi hamparan daeran Nagara Tengah dan Walahar masih terlihat jelas. Sebelah kanan tebing terjal tutugan gunung Layang terlindung bayang2 senja. Sekarang baru terlihat jelas jejak bencana geologi dahsyat yg pernah terjadi diwilayah ini, waktu gunung Layang masih utuh, kampung Nagara Tengah dan Walahar kira2 berada di "geger gunung" sebelah timur, kemudian terjadilah longsor besar dan gunung Layang terbelah dua, separoh ke timur melorot longsor, sisanya masih teronggok ditempat berupa tebing yg tegak lurus setinggi tiga puluh meter dan sisa puncak gunung Layang sebelah. Sebelah lagi teronggok dibawah dan mendorong kali Cijolang bergeser dan meliuk ketimur. Ake tidak mendengar cerita atau legenda mengenai kejadian ini, kemungkinan kejadiannya lama sebelum kakek buyut ake jadi mereka...

NAGARA TENGAH 2 : 0031. KE DOKTER MATA :

Setelah ibu dan bapak alm pada sepuh, Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil, Aamiin. Meraka tdk lagi menengok ake dan ibu bapak kalian di Bandung, sekarang bagian ake tiap bulan menengok mereka di Panjalu kampung tempat kelahiran bapak. Setiap ake datang mereka sedang duduk2 di-bale2 depan rumah, seperti sedang menunggu ake datang. Melihat ake datang mereka sibuk mengambil ikan dikolam, biasanya ikan Tawes atau ikan Nilam utk dibakar, sisanya dibersihkan dan digarami buat dibawa pulang, sekedar oleh2 utk mamah dan papah kalian di Bandung. Kadang mereka minta diantar periksa ke dokter mata di Banjar, selesai ke dokter mata pulangnya diam2 jln memutar lewat Cisaga Rancah. Masuk sasak  Cilewo melihat pabrik pengolahan tepung tapioka , bapak mulai sadar dulu beliau sering diminta bantuan memperbaiki mesin giling di pabrik kepunyaan cina itu...

NAGARA TENGAH : 0024. GEROMBOLAN KARTO SUWIRYO :

Malam hari terasa sepi karena jauh dari pemukiman, malam besoknya ake diajak nginap di lembur Nagara Tengah aslinya. Masih ada rumah nenek yg dari kakek Marna, rumah tinggi dinding papan ditengah kampung, tapi malam2 dikagetkan dg berita penyerangan gerombolan Karto Suwiryo kedesa Walahar. Mereka bersembunyi dibalik gunung seberang, malam2 menyeberang kali Cijolang dan merampok penduduk kampung, ake tdk bisa tidur mendengar kata gorombolan. Orang kampung sebaliknya mereka dari sore tdk tidur, setelah mendengar kabar kampung mana yg diserang, mereka tidur pulas sampai pagi. Mereka tahu gerombolan tdk mungkin menyerang 2 kali dlm semalam, mereka juga dibatasi waktu dan gelapnya malam.