Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

0043. EMA ASIH ALM : EMA ORANG BERADA :

Sepanjang hidupnya ema bukanlah orang kaya, banyak tinggal didaerah dan lingkungan orang susah, hidupnya sendiri sering susah maksudnya kadang ditinggal bapak, sendirian mengurus anak2, tetapi ema Asih alm tdk pernah menjadi orang miskin, dirumah selalu saja ada makannan atau barang atau apapun yg bisa dibagi kpd tetangga. Ketika tinggal di perkebunan teh Cigombong Bandung Selatan, ake pernah kesana awal th 1960-an waktu kelas 4 sekolah rakyat, bpk nanya, sdh berapa hari disini, ake bilang 5 hari, sdh berapa kali ketemu nasi, 3 kali juga bubur encer. Memang kehidupan di perkebunan teh swasta nasional waktu itu jauh lebih susah dibanding di perkebunan karet swasta asing. Disini perumahannya masih panggung berdinding bilik bambu, padahal di sana ake sudah tinggal di perumahan gedung permanent, bukan itu saja disini pembagian beras kalau ada paling buruh kebagian 1-2 leter, sehingga semua orang kerja makannya bubur encer. Entah bagaimana waktu itu bpk kebagian beras 1 karung, seperti ...

0042. EMA ASIH ALM : TANAMAN SELEDRI EMA :

Dirumah didepan pintu dapur diatas lisplank selalu ada rumpun seledri dlm pot gantung, tumbuh subur peliharaan ema, dari situ para tetangga meminta daunnya kala mau membuat sayur soup. Selalu jadi percobaan ake kecil, jika tanaman seledri sedang subur2-nya, pangkal pelepah daunnya kadang sebesar telunjuk, ake melakukan percobaan, daun seledri dipetik ujungnya kemudian me-nari2 sambil membelakangi pot seledrinya. selang beberapa hari daun seledri  merengkel menirukan gerakan tarian ake.  Ema biasanya marah2 didepan orang, tetapi dari nadanya ada sedikit kebanggaan atas kenakalan anaknya ini. Bahkan setelah ake bekerja dan punya mamah bapak kalian, ake masih mempraktekan experiment ini. Ketika ema tinggal di Kaso Malang Ciater, ya didepan pintu dapur itu banyak pot seledri diatas pagar tumbuh subur, sisa dibawa ibu Samalo ke Bandung. Diam2 daun seledri ake petik ujungnya kemudian me-nari2, tdk ketahuan dari mana datangnya tahu2 ema membentak sambil tertawa dari belakang. ...

0041. EMA ASIH ALM : KEBUN EMA :

Setelah cuti melahirkan ibu mengundang adiknya bi Kartem dari kampung, "dijemput dg kendaraan jeep perkebunan ke desa Sukasari, duduk didepan" kata bi Kartem, waktu bertemu ake dirumah cucu angkatnya di Cimahi, maksudnya utk mengurus ake bayi dan ema bisa bekerja kembali. Kenyataan ema yg berhenti bekerja dan bi Kartem bekerja menggantikan ema, "adinya mah lebih cantik dari kakaknya", kata pekerja lelaki, masih kata bi Kartem. Pengorbanan seorang ibu demi anaknya, mungkin lebih dari itu. Tdk tahu kapan diboyongnya sejak ake punya ingatan ka Juhandi dan teh Mamah sdh ada dirumah, demikian juga teh Wasmi ada dirumah sebelah dg nenek Suyi, jadi dua keluarga sdh benar2 berkumpul lengkap. Walau kehidupan tdk mudah tapi ema tdk pernah mengeluh, musim banyak keramaian, ema berjualan mie goreng, kadang membuat bolu kijing juga utk dijual, berkebun dibelakang gedung pangbayaran tanamannya tumbuh subur. Karena pasar cuma ada 2 minggu sekali tanggal hari bayaran pekerj...

NAGARA TENGAH 2 : 0032. GUNUNG LAYANG :

Mereka terbangun saat kendaraan dihentikan di "mumunggang"  tanjakan Saninten, bagian puncak gunung Layang yg masih bersisa sebelah. Hari menjelang ashar matahari sdh condong kebarat, tapi hamparan daeran Nagara Tengah dan Walahar masih terlihat jelas. Sebelah kanan tebing terjal tutugan gunung Layang terlindung bayang2 senja. Sekarang baru terlihat jelas jejak bencana geologi dahsyat yg pernah terjadi diwilayah ini, waktu gunung Layang masih utuh, kampung Nagara Tengah dan Walahar kira2 berada di "geger gunung" sebelah timur, kemudian terjadilah longsor besar dan gunung Layang terbelah dua, separoh ke timur melorot longsor, sisanya masih teronggok ditempat berupa tebing yg tegak lurus setinggi tiga puluh meter dan sisa puncak gunung Layang sebelah. Sebelah lagi teronggok dibawah dan mendorong kali Cijolang bergeser dan meliuk ketimur. Ake tidak mendengar cerita atau legenda mengenai kejadian ini, kemungkinan kejadiannya lama sebelum kakek buyut ake jadi mereka...

NAGARA TENGAH 2 : 0031. KE DOKTER MATA :

Setelah ibu dan bapak alm pada sepuh, Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil, Aamiin. Meraka tdk lagi menengok ake dan ibu bapak kalian di Bandung, sekarang bagian ake tiap bulan menengok mereka di Panjalu kampung tempat kelahiran bapak. Setiap ake datang mereka sedang duduk2 di-bale2 depan rumah, seperti sedang menunggu ake datang. Melihat ake datang mereka sibuk mengambil ikan dikolam, biasanya ikan Tawes atau ikan Nilam utk dibakar, sisanya dibersihkan dan digarami buat dibawa pulang, sekedar oleh2 utk mamah dan papah kalian di Bandung. Kadang mereka minta diantar periksa ke dokter mata di Banjar, selesai ke dokter mata pulangnya diam2 jln memutar lewat Cisaga Rancah. Masuk sasak  Cilewo melihat pabrik pengolahan tepung tapioka , bapak mulai sadar dulu beliau sering diminta bantuan memperbaiki mesin giling di pabrik kepunyaan cina itu...

NAGARA TENGAH : 0024. GEROMBOLAN KARTO SUWIRYO :

Malam hari terasa sepi karena jauh dari pemukiman, malam besoknya ake diajak nginap di lembur Nagara Tengah aslinya. Masih ada rumah nenek yg dari kakek Marna, rumah tinggi dinding papan ditengah kampung, tapi malam2 dikagetkan dg berita penyerangan gerombolan Karto Suwiryo kedesa Walahar. Mereka bersembunyi dibalik gunung seberang, malam2 menyeberang kali Cijolang dan merampok penduduk kampung, ake tdk bisa tidur mendengar kata gorombolan. Orang kampung sebaliknya mereka dari sore tdk tidur, setelah mendengar kabar kampung mana yg diserang, mereka tidur pulas sampai pagi. Mereka tahu gerombolan tdk mungkin menyerang 2 kali dlm semalam, mereka juga dibatasi waktu dan gelapnya malam.

NAGARA TENGAH : 0023. GULA AREN :

Dari jauh kelihatan ada dataran sawah yg luas, ditengahnya ada sebuah rumah panggung, berdinding bilik bambu beratap genteng, dibelakang rumah ada kolam ikan, sekeliling lahan yg berbatasan dg sawah tumbuh subur pohon2 mangga. Sampai dirumah langsung disambut nenek Mukinah, Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka, karena mereka telah mengasihi kami waktu kami masih kecil, Aamiin. Jam 9.00 kakek Nata baru datang membawa pikulan lodong bambu berisi air nira hasil sadapan sore kemaren, ini adalah kake ke2, kakek Marna sudah lama meninggal ake tdk sempat tahu. Setelah semua lodong disandarkan di dinding dapur, kakek Nata duduk di bale2 dapur istirahat melepas penat, nenek nengantar kopi panas dan bubuy sampeu hangat. Selesai minum kopi dan sarapan singkong  kakek menggulung rokok daun kawung dan merokok sambil bersandar didinding rumah, asap rokonya membumbung bersamaan dg asap dapur. Kancah su...

NAGARA TENGAH : 0022. TURUNAN SANINTEN :

Perjalanan dilanjutkan ke kampung nenek Nagara Tengah, pagi berangkat berjalan kaki, mula2 menelusuri jln desa, kemudian memotong jln setapak menyusuri pinggir kolam besar dan sawah, masuk hutan bambu dan celah sempit diantara 2 bukit dan berahir diujung jurang yg dalam dan sangat curam. Dibawah sana terbentang hamparan sawah diselingi kampung2 dibatasi pinggiran kali Cijolang. Diseberang tegak berdiri gunung menutupi cakrawala dan langit, perbatasan kabupaten Kuningan dan keselatan daerah Jawa Tengah. Dari sini jalan setapak melingkari bibir tebing curam dan basah, sejajar dg selokan yg menyalurkan air rembesan dari hutan belukar basah, airnya bening, sejuk dan dingin. Jln terus menurun terjal, sangat licin dan sempit, sehingga harus berpegangan tangan, kalau jaman sekarang cocok dijadikan track outbond. Jalan ini cukup panjang, disebutnya tanjakan Saninten, tapi sekarang ake sedang menuruninya, memang masih penuh hutan rimbun, mungkin banyak pohon kayu Saninten didalamnya. ...

NAGARA TENGAH : 0021. MADU LEBAH :

Pertama ake tahu kampung kelahiran ibu waktu  kelas 2 / 3 sekolah rakyat, mulanya ingin tahu cara membuat gula merah, liburan sekolah ake diijinkan bapak pergi ditemani paman, adik bungsu laki2 ibu yg sudah kelas 5. Berangkat naik kendaraan umum, jln beraspal dari Banjar dan Cisaga berahir di perkebunan karet Lemah Neundeut. Lepas ujung kampung kendaraan menyusuri jln pasangan batu muka sampai ke Rancah, dari sana tdk ada kendaraan umum, berjalan kaki2 5 km, jalannya berupa pasangan batu belah yg disusun 2 lajur, paaas utk pijakan ban kendaraan yg lewat. Sisanya permukaan tanah. Sampai di desa Suka Sari, mampir di rumah bibi Emah, adik ibu yg bersuami seorang guru, mang guru Rochman alm namanya, dia punya ternak lebah didepan rumah, aneh sekali bisa panen madu lebah didepan rumah, manis dan segar rasanya.

JAMAN PAK KOAANG : 0013. BEKERJA DI PERKEBUNAN :

Sampai di Lemah Neundeut hari masih pagi, turun didepan rumah kawasa perkebunan menanyakan rumah kang Suminta, oh itu terlewat, dari jauh penghuni rumah keheranan, "eta teh jika Asih, jeung saha sih ti lembur", ceuk Uking alm nanya, ah sorangan be. Sampai dirumah banyak yg dibicarakan, namun ibu lebih tertarik melihat rombongan perempuan yg berangkat kerja, terlihat suka ria dan yg lebih menarik adalah tampilan pakaian dan selop yg dipakainya. "Rek digawe tah sih", kang Suminta nanya, erek kang mun aya mah, "aya ngan dipabrik, daek", daek. Kang Suminta bekerja jadi juru tulis kantor perkebunan, tentu dia tahu kebutuhan buruh dan tak sulit utk mempekerjakan saudaranya, jadilah ibu pekerja pabrik kering, merapikan dan melipat lembaran karet seet diruangan yg teduh. Perkebunan memang sedang memerlukan banyak tenaga kerja, sehingga orang datang dari luar daerah termasuk dari Jawa Tengah, utk mengadu nasib di perkebunan kontrak Belanda. Perumahan utk para...

JAMAN PAK KOAANG : 0012. PERJALANAN MALAM :

Bahwa kakek Marna dan nenek Mukinah, punya anak perempuan 7 adalah berkah kala itu, masuk jaman penjajahan Jepang keadaan menjadi sulit, termasuk ibu ake alm yg bersetatus janda  mati beranak tiga. Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil. Kembali ke keluarga besar membawa 3 orang anak adalah beban tersendiri, ditambah jaman ekonomi sulit. Didampingi kakek Marna menjalankan puasa dan tirakat, siang bekerja disawah masih menggendong anak dan jatuh sakit, ahirnya anak bungsu tdk tertolong meninggal diusia balita. "Hahadean" sama orang Walahar punya sawah luas, ahirnya petunjukpun datang, "jodohmu bukan disini, ada di arah kidul kulon". Ada saudara perempuan yg tinggal didaerah itu, malam2 minta restu ke nenek dan kakek, berniat mengejar nasib baik. "Na teu lebar ninggalkeun pibuateun, eta ningali jajaran sela pare ketan ...

0011. JAMAN PAK KOAAAANG :

Tahun 1930an boleh jadi populasi perempuan sangat sedikit dibanding laki2, buktinya jika anak perempuan menginjak umur 10 / 11 tahun, malam hari mereka sudah dianjangi  banyak bujang dewasa, sebelum masuk mereka biasa mengintip penghuni rumah dulu, tontonan gratis tadi biasa menjadi kata pembuka. Ketika gadis mengantar air dan mempersilahkan tamunya minum, basa basi dia tanya, tos lami kang, "lami neng, ti jaman pak kieer  oge tos didieu". Maksud mereka, ketika lepas magrib anak perawan makan didapur dan berebut sambal dalam cobekannya, mereka sudah ada diluar dan mengintip, keruan saja pipi perawan bau kencur tadi berubah merah merona. Ada lagi, malam2 anak perawan kebelet, mau ketampian  gelap, dia masuk kedapur, ada dandang ngangur, dibuanglah hajatnya kesitu, "kooaaaang". Waktu tamu datang, pengantar air tanya pula, tos lami kang, "lami neng, ti jaman pak kooaaaang oge tos didieu", (makanya nanti jangan ditanya lagi neng). Dahulu kala orang kampu...

0002. SETIAP KEHIDUPAN ADALAH ISTIMEWA : SIKAP DAN KARAKTER :

Diantara kebahagiaan di surga kelak in sya Allah adalah ketika sebuah keluarga berkumpul dan saling bercerita dlm usia sebaya, nah, apatah yg  membedakan antara ake, kakek ake dan kalian kecuali sikap dan karakter. Karena itu pemahaman tentang sikap dan karakter figur adalah penting. Setiap orang tua adalah pahlawan dan figur kebanggaan anaknya, mereka bukan pahlawan besar, tapi ake meniti perjalanan kehidupan ini dimulai dari ujung jalan kehidupan yg tlh mereka buat. Jika jalan kehidupan yg ake jalani hari ini terasa ringan, itu karena kerja berat mereka sebelumnya, dibalik orang yg sukses selalu ada orang tua yg kerja keras. Memang tdk banyak yg bisa ake ceritakan tentang mereka alm, tapi percayalah itu jauh lebih baik daripada tdk ada cerita sama sekali, karena  tdk semua teman2 kalian mendapat cerita juga. Terahir, tersirat keinginan jika ada sikap tindak yg baik yg telah dilakukan mereka in sya Allah, kiranya dpt dijadikan sikap dan keteladanan kalian, mas Amay,...

0001. SETIAP KEHIDUPAN ADALAH ISTIMEWA : JALAN KEHIDUPAN :

Asalamualaikum warachmatullahi wabarakatuh. Ake tuliskan sepenggal catatan ini pertama, karena rasa syukur, bahwa Allah telah memilihkan jalan kehidupan ini. Banyak langkah yg tersalah dan tak semestinya, tetapi itulah yg tlh terjadi sbg ketetapan dari Allah. Dengan keyakinan demikian kehidupan setiap manusia sama manarik dan bermaknanya, bak babad raja2 tanah Jawa, yg berbeda hanya setting propertynya. Kenyataan bhw segala sumberdaya dan setting property bersipat fana, selalu berubah bahkan hilang tak berbekas, tdk terkecuali pelakonnya. Apa yg ake lakukan kemarin blm tentu dpt dilakon ulang dihari ini. Gemuruh penggilingan basah di perkebunan karet Cisaga Banjar, telah sepi berganti komuditi. Titian panjang jembatan Cikacepit dan Terowongan Sumber, di jalur kereta api Banjar Pangandaran tinggal rongsokan. Padang alang2 Sori Uttu di pulau Sumbawa, ladang perburuan rusa tlh berganti jadi pemukiman transmigrasi. Penyeberangan rakit arus deras Padang Guci di Bengkulu Se...