JAMAN PAK KOAANG : 0012. PERJALANAN MALAM :

Bahwa kakek Marna dan nenek Mukinah, punya anak perempuan 7 adalah berkah kala itu, masuk jaman penjajahan Jepang keadaan menjadi sulit, termasuk ibu ake alm yg bersetatus janda  mati beranak tiga. Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil.

Kembali ke keluarga besar membawa 3 orang anak adalah beban tersendiri, ditambah jaman ekonomi sulit. Didampingi kakek Marna menjalankan puasa dan tirakat, siang bekerja disawah masih menggendong anak dan jatuh sakit, ahirnya anak bungsu tdk tertolong meninggal diusia balita.

"Hahadean" sama orang Walahar punya sawah luas, ahirnya petunjukpun datang, "jodohmu bukan disini, ada di arah kidul kulon". Ada saudara perempuan yg tinggal didaerah itu, malam2 minta restu ke nenek dan kakek, berniat mengejar nasib baik.

"Na teu lebar ninggalkeun pibuateun, eta ningali jajaran sela pare ketan mani mareyag kitu", kata ceuk Kajem, buah hahadean sama orang Walahar, padi yg ditandur sendiri sama ibu sedang menguning, "aaah teu, jawab ibu pendek". Janari leutik  ibu berangkat meninggalkan 2 anak, orang tua, saudara dan kampung halaman, niat menyongsong nasib baik di tempat baru.

Berjalan dipematang sawah, kemudian berganti meniti jln setapak pendakian dibibir tebing Saninten, air rembesan dari sisi tebing membasahi jln tanah cadas yg licin, dan gelapnya malam, tdk menghalangi niat yg kuat.

Sampai dipuncak gunung Layang, kampung Nagara Tengah masih diselimuti gelapnya malam, lewat desa Sukasari penghuni rumah masih pada sunyi, sampai dikecamatan Rancah baru terdengar azan subuh, dari sini baru bisa naik kendaraan umum jurusan Banjar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

0043. EMA ASIH ALM : EMA ORANG BERADA :

0041. EMA ASIH ALM : KEBUN EMA :

NAGARA TENGAH : 0024. GEROMBOLAN KARTO SUWIRYO :